Kalimat “Per my last email” sering muncul dalam korespondensi bisnis. Pada dasarnya, frase ini dimaksudkan untuk mengingatkan penerima bahwa ada informasi penting yang telah disampaikan sebelumnya. Namun, bila dipadukan dengan nada sarkan—yaitu nada yang bersifat menuntut, menyudutkan, atau terkesan menghakimi—frasa tersebut dapat menimbulkan efek negatif yang jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Apa Itu Nada Sarkan?
Nada sarkan adalah cara menyampaikan pesan yang terasa menekan atau memaksa, seolah‑olah kita menuntut balasan secepatnya tanpa memberikan ruang bagi penerima untuk menjawab secara nyaman. Tanda‑tanda nada sarkan meliputi:
- Penggunaan kata harus, segera, atau tidak boleh tanpa konteks yang jelas.
- Penyisipan ancaman implisit, misalnya “Jika tidak ada balasan, kami akan menganggap Anda tidak serius.”
- Pengulangan berulang‑ulang atas hal yang sama tanpa menambahkan nilai baru.
Mengapa “Per My Last Email” Menjadi Problematis?
Berikut beberapa alasan utama mengapa frase ini, bila dipakai dengan nada sarkan, dapat merusak hubungan profesional:
- Terlihat Menuntut Tanggapan. Kalimat tersebut menekankan bahwa penerima “berutang” balasan, yang dapat menimbulkan rasa bersalah.
- Kurang Empati. Pengirim tidak memberi ruang bagi alasan yang mungkin menghambat balasan, seperti beban kerja atau prioritas lain.
- Menurunkan Kepercayaan. Jika sering dipakai, penerima dapat menilai pengirim sebagai orang yang tidak sabar atau terlalu memaksa.
Alternatif yang Lebih Efektif
Alih-alih menulis “Per my last email”, pertimbangkan pendekatan berikut yang tetap sopan, jelas, dan menghargai penerima:
- Ringkas dan Ulangi Poin Utama. Contoh: “Saya ingin menindaklanjuti poin A dan B yang saya sampaikan sebelumnya.”
- Berikan Konteks Tambahan. Misalnya: “Sehubungan dengan email saya tanggal 12 April mengenai proposal, apakah ada informasi tambahan yang Anda butuhkan?”
- Tawarkan Bantuan. “Jika ada yang belum jelas, saya siap membantu menjelaskan lebih lanjut.”
- Gunakan Bahasa Positif. “Terima kasih atas perhatian Anda pada email sebelumnya; saya menantikan masukan Anda.”
Contoh Penggunaan yang Tidak Sarkan
Berikut contoh email yang mengingatkan tanpa menekan:
Subject: Tindak Lanjut Proposal – Feedback Dibutuhkan
Hi Budi,
Saya harap Anda dalam keadaan baik.
Pada 10 April saya mengirimkan proposal proyek XYZ. Saya ingin memastikan bahwa dokumen tersebut sudah sampai dan menanyakan apakah ada pertanyaan atau revisi yang diperlukan.
Jika Anda memerlukan waktu lebih lama, tidak masalah—beritahu saja perkiraan kapan saya bisa menerima feedback.
Terima kasih atas perhatian Anda.
Salam,
Rina
Bagaimana Menanggapi Email yang Menggunakan “Per My Last Email”?
Jika Anda menerima email dengan frase tersebut dan nada sarkan, berikut langkah yang dapat Anda ambil:
- Berikan Jawaban Singkat. Tegaskan bahwa Anda menerima email sebelumnya dan sedang menyiapkan respons.
- Mintalah Klarifikasi. Jika isi email tidak jelas, tanyakan detail apa yang paling dibutuhkan.
- Atur Ekspektasi. Jika Anda memerlukan lebih banyak waktu, sampaikan estimasi kapan bisa memberikan balasan lengkap.
Kesimpulan
“Per my last email” bukanlah kalimat yang intrinsik buruk, tetapi ketika dipadukan dengan nada sarkan, ia dapat memperburuk komunikasi dan menurunkan kualitas hubungan kerja. Mengganti frase tersebut dengan bahasa yang lebih ramah, memberi konteks tambahan, serta menawarkan bantuan dapat meningkatkan efektivitas korespondensi. Ingat, komunikasi profesional yang baik selalu mengedepankan rasa hormat dan empati.
Untuk informasi lebih lanjut tentang etika email bisnis, kunjungi Business Communication Hub.