Seringkali kita mendengar kata “maybe later” di lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi. Kalimat ini terdengar ramah, tetapi pada kenyataannya dapat menjadi musuh utama produktivitas. Artikel ini membahas mengapa menunda dengan “maybe later” berbahaya, apa penyebabnya, dan solusi praktis untuk menghindarinya.
“Maybe later” adalah ungkapan yang dipakai ketika seseorang tidak ingin menolak suatu permintaan secara tegas, namun juga tidak berkomitmen untuk melakukannya segera. Contohnya:
Di balik kata-kata yang tampak santai itu, terdapat tiga masalah utama: ketidakpastian, penurunan motivasi, dan akumulasi tugas yang tidak selesai.
Dengan tidak memberikan jawaban pasti, otak kita menganggap tugas tersebut masih “terbuka”. Tanpa tenggat waktu yang jelas, otak cenderung menempatkannya ke dalam kategori low priority dan menunda ke waktu yang tak terdefinisi.
Jika Anda terus-menerus menjanjikan “maybe later”, orang lain akan menganggap Anda selalu siap. Hal ini menambah beban karena ketika tiba saatnya memang harus diselesaikan, Anda sudah memiliki banyak hal lain yang menunggu.
Setiap kali Anda menunda dengan “maybe later” namun tidak menepati janji, orang mulai meragukan komitmen Anda. Dampaknya, kepercayaan dalam tim atau hubungan pribadi dapat menurun drastis.
Alih-alih “maybe later”, gunakan jawaban yang jelas:
Catat setiap permintaan atau tugas pada aplikasi to‑do list (misalnya Todoist, Microsoft To‑Do). Tambahkan deadline yang realistis dan notifikasi.
Jika suatu tugas dapat diselesaikan dalam dua menit atau kurang, kerjakan segera. Ini mengurangi kebutuhan menunda tugas kecil.
Beritahukan kepada rekan atau atasan berapa banyak pekerjaan yang masih Anda tangani. Jika beban sudah penuh, katakan “Saya tidak bisa saat ini, tapi saya akan menginformasikan bila ada ruang.”
Luangkan waktu tiap akhir minggu untuk meninjau tugas yang tertunda. Tanyakan pada diri sendiri:
Berikut beberapa contoh kalimat yang dapat menggantikan “maybe later”:
Situasi: Seorang rekan meminta Anda meninjau draft laporan pada Senin pagi. Anda menjawab “maybe later”.
Langkah Perbaikan:
Dengan cara ini, tidak ada ruang untuk penundaan tak terdefinisi, dan rekan Anda mendapatkan kepastian.
“Maybe later” tampak mudah, tetapi pada jangka panjang dapat menggerogoti produktivitas, mengurangi kepercayaan, dan meningkatkan stres. Gantilah dengan jawaban jelas, gunakan sistem pengingat, dan komunikasikan batas kemampuan Anda. Dengan kebiasaan baru ini, Anda bukan hanya menyelesaikan tugas tepat waktu, tetapi juga membangun reputasi sebagai orang yang dapat diandalkan.
“Tidak ada yang lebih berbahaya bagi produktivitas daripada sebuah janji yang belum pasti.” – Anonim
Mulailah hari ini: ketika seseorang mengucapkan “maybe later”, ubahlah menjadi “Saya akan mengerjakan pada... ” dan rasakan perbedaannya.