Dalam komunikasi bisnis internasional, menyampaikan permintaan maaf secara tepat sangat penting untuk menjaga hubungan profesional. Sayangnya, banyak orang Indonesia yang menggunakan terjemahan literal atau frasa yang tidak sesuai dengan konteks bisnis berbahasa Inggris. Berikut beberapa contoh kesalahan umum yang sering terjadi dan mengapa mereka tidak cocok.
Contoh salah: “I am sorry for the mistake that happened.”
Kalimat di atas terdengar berlebihan dan kurang profesional karena menggunakan bentuk “I am sorry” berulang kali. Dalam bahasa Inggris bisnis, biasanya lebih singkat dan fokus pada tindakan yang akan diambil.
Contoh salah: “Sorry.”
Hanya mengucapkan “Sorry” tanpa konteks atau rencana perbaikan dapat dianggap tidak tulus. Klien atau rekan kerja mengharapkan penjelasan singkat serta tindakan konkret.
Contoh salah: “I apologize the delay.”
Verb “apologize” harus diikuti oleh preposisi “for”. Bentuk yang benar ialah “I apologize for the delay.” Kesalahan kecil ini dapat menurunkan kesan profesionalitas.
Contoh salah: “My bad, we messed up.”
Ungkapan seperti “My bad” terlalu santai untuk email atau presentasi bisnis. Pilihan kata yang lebih formal diperlukan.
Contoh salah: “Sorry if you felt the service was bad.”
Kalimat ini menyiratkan bahwa masalah terletak pada persepsi klien, bukan pada tindakan perusahaan. Dalam bahasa bisnis, sebaiknya akui kesalahan dan tawarkan solusi.
Contoh salah: “Excuse me for the inconvenience.”
“Excuse me” biasanya dipakai untuk meminta perhatian, bukan untuk meminta maaf. Pilihan yang tepat adalah “We apologize for the inconvenience.”
Contoh salah: “I’m really, really sorry for the mistake. Sorry again for any trouble.”
Pengulangan yang berlebihan terkesan tidak profesional dan dapat menurunkan kepercayaan. Satu pernyataan singkat yang jelas sudah cukup.
Contoh salah: “We’re sorry for the delay.”
Tanpa menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki situasi, permintaan maaf terasa kosong. Tambahkan langkah selanjutnya, misalnya “We’re sorry for the delay. We have expedited shipping and will update you within 24 hours.”
Contoh salah: “We regret that we failed to meet your expectations.”
Meskipun “regret” tidak salah, penggunaan kata-kata negatif secara berurutan dapat membuat nada menjadi terlalu berat. Lebih baik gunakan bahasa positif yang menekankan solusi.
Contoh salah: “Maaf atas keterlambatan, we will send the file ASAP.”
Campuran bahasa dapat menimbulkan kebingungan dan terlihat tidak profesional. Selalu pilih satu bahasa dalam satu kalimat atau paragraf.
Berikut beberapa contoh yang dapat langsung dipakai:
Dengan memperhatikan struktur kalimat, kejelasan maksud, dan penekanan pada solusi, Anda dapat menyampaikan permintaan maaf yang efektif dalam bahasa Inggris bisnis. Hindari terjemahan kata‑per‑kata dan selalu cek kembali pesan sebelum mengirimkannya.